Tuesday, December 17, 2013

KANDUNGAN HILANG TIBA- TIBA

 Jika pernah mendengar ada Orang Hamil dan secara tiba-tiba bayinya hilang maka sebenarnya itu adalah gangguan Jin.
Biasanya itu adalah Jin yang jatuh cinta kepada manusia kemudian menghamilinya.
saya ambil penjelasan dari ustadz Faizar bahwa hal demikian memiliki tanda-tanda atau gejala.
Gejalanya adalah :
1. Sering mimpi basah (maaf, bersetubuh) tanpa sebab, contoh mimpi ada sebabnya : Mimpi karena baligh, mimpi karena sering melamunkan hubungan badan, mimpi karena melihat sesuatu yg merangsang, mimpi karena kepenuhan sehingga perlu ada yg dibuang...
Sedangkan mimpi karena gangguan biasanya mimpinya berlangsung lama, dan di dalam mimpi itu melakukan seperti dalam kenyataan, jika selesai mimpi terasa lemas, letih dan capek...

2. Merasakan ada bayangan seseorang yg berbaring atau tidur di sampingnya, biasanya saat akan tidur

3. Merasakan bayangan yg sama di samping tempat tidurnya

4. ENGGAN UNTUK MENIKAH

5. Tidak tertarik sama lawan jenis

6. Jika menikah merasa tidak nyaman di saat-saat bermesraan dgn pasangannya

7. Tidak ada keinginan untuk berhubungan dengan pasangannya secara alami tanpa terpaksa, biasanya melakukan karena didorong kewajiban saja

8. Setelah berhubungan dengan pasangannya (suami/istri) merasa sedih, sempit dadanya, tdk gairah...

9.Dorongan kuat utk melakukan onani atau masturbasi

10.Merasakan ada yg menekan perut ketika hamil

11.Merasa diraba dan ia merasa nikmat dgn sentuhan setan tsb

Solusinya hindarkan diri dari sentuhan-sentuhan syaithoniyyah yg menimbulkan kenikmatan dan rangsangan, cukup lah mengambil kenikmatan dari suami atau istri..
Trutama bagi yg msh lajang, jika sudah kecanduan onani, hentikan sesegera mungkin krn itu ulah bangsa jin yg senang digauli olehmu !!!
Nntinya akan timbul anak yg akan bertengger di rahim dan jika sudah membesar akan hilang seketika dibawa oleh mereka...
Sebenarnya kejadian ini sudah tidak asing lg, pada Zaman Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pun banyak yg mengalaminya (bisa dilihat di kitab an-Nubuwwaat hal.399)...
Ingat... Kamar mandi adalah tempat hadirnya bangsa jin, jgn smp kamu dijadikan artis porno bagi mereka...
Jika sudah kecanduan, perbanyaklah baca qur'an dan berpuasa...
Jgn pula banyak2 melihat aurat diri sendiri maupun orang lain, trutama memandangi aurat di kaca...
Jgn membuka aurat ketika tidur, krn setan akan menindih dan merabamu scara ghaib...
Smoga Allah menghindarkan kita dari kejahatan dan kemesuman bangsa jin...

ADAKAH GOLONGAN SHAHABAT RASULILLAH DARI BANGSA JIN


Jawabanya : "Ada"

قد ثبت أن النبي صلي الله عليه و سلم كان يلقي عليهم دروساو يعلمهم مما علمه الله

Telah ditetapkan bahwasannya Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mengajarkan pelajaran2 kpd mereka (bangsa jin) dan mengajarkan mereka dari apa2 yg tlah Allah ajarkan kpada beliau...

قال شيخنا العلامة محمد بن عبد الله الإمام : الصحابي هو كل من لقي النبي صلي الله عليه و سلم مؤمنا به و مات علي ذلك من الجن و الإنس

Kata syaikh kami al-'Allaamah Muhammad bin 'Abdillah al-imam :
"Shahabat adalah siapa saja yg pernah bertemu Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam dgn keadaan beriman kepadanya dan meninggal dgn (keimanan)-nya dari bangsa Jin maupun Manusia.."

Dan yg menguatkan perkataan bliau adalah hadits yg diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Baihaqi, dari 'Abdillah bin Mas'ud radhiyallaahu 'anhu pada firman Allah dalam surat al-Ahqaaf ayat 29...

Ibnu Mas'ud berkata :

هبطوا علي النبي صلي الله عليه و سلم و هو يقرأ القرآن ببطن نخلة فلما سمعوا أنصطوا
قالوا : صه !!!
و كانوا تسعة احدهم زوبعة فأنزل الله تغلي و إذ صرفنا إليك نفرا من الجن....

Ketika mereka datang kpda Nabi shallallaahu 'alihi wa sallam dan beliau sedang membaca al-Qur'an dgn brsandar pda pelepah kurma, maka saat mereka mendengar, smuanya terdiam...
Mereka berkata : "Diamlah !!!"
Mereka ada sembilan, salah satu dari mereka bernama Zuba'ah maka Allah menurunkan ayat 'wa idz shorofnaa ilaika nafaron minal jinni..."

Zuba'ah Radhiyallahu 'anhu adalah salah satu shahabat Rasulullah dari golongan jin, banyak ulama yg menyebutkan namanya di dlm kitab2 mereka...
Salah satunya di kitab "Al-Ishobah" karya Ibnu Hajar jilid 1 halaman 538 no.2847, lalu "Asadul Ghobah" karya Ibnul Atsir jilid 1 hal.331 no.1787